Pages

Subscribe:

Translate

Selasa, 17 April 2012

wanita dan PMS


PMS adalah suatu gangguan umum yang terkait dengan perubahan hormonal karena siklus menstruasi dan berdampak pada jutaan wanita selama masa reproduksi mereka dan menurut hasil penelitian, 90% dari wanita mengalami PMS. Bentuk PMS yang paling parah dikenal sebagai Disforia pra-menstruasi (PMDD). Pada kondisi ini, berbagai gejala fisik dan emosional yang terbilang cukup parah, sehingga mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.
PMS dan PMDD mempengaruhi gejala fisik pada wanita dalam siklus haid mereka, seperti kembung, kram perut, sakit kepala, nafsu makan meningkat, kelelahan, nyeri sendi dan otot, gangguan tidur serta rasa nyeri pada payudara.
Disamping gejala fisik, PMS dan PMDD juga mempengaruhi gejala emosional seperti perasaan mudah tersinggung, mood yang tidak stabil, perasaan cemas, perasaan sedih atau depresi, perasaan putus asa, perasaan tidak berguna/bersalah, perasaan berlebihan/lepas kontrol, perasaan sensitif, merasa memiliki konflik, berkurangnya hasrat beraktivitas serta sulit konsentrasi.
Penyebab munculnya gejala pra-menstruasi memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain dikarenakan :
1. faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon esterogen dan progesterone.
2. Teori lain mengatakan karena hormon esterogen yang berlebihan.
3. Salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetic pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial atau fungsi serotonin yang dialami penderita.
Berbagai gejala ini secara khusus muncul 7 hari atau 10 hari sebelum menstruasi dan akan hilang beberapa hari setelah pendarahan menstruasi mulai. Berbagai gejala pra-menstruasi dapat mempengaruhi performa kerja, pekerjaan rumah tangga dan hubungan dengan keluarga, sosial dan pasangan.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi gejala PMS :
1.     Dengan olahraga (aerobik atau yoga)
2.    Menjaga pola makanan juga bisa mengurangi gejala PMS, seperti mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks dan serta yang terdapat pada gandum, sereal, buah dan sayuran. Jangan lupa perhatikan pula dari segi sumber protein pada setiap menu makanan, dengan memakan makanan yang kaya vitamin dan mineral.
3.     Kurangi konsumsi kafein untuk membantu mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung dan gelisah, mengurangi konsumsi garan agar tidak perut tidak kembung, mengurangi gula dan lemak dan menghentikan konsumsi alkohol.
4.    Dengan mengkonsumsi obat-obatan , seperti pil kontrasepsi oral yang mengandung progestin drospirenone (drsp), obat anti-cemas untuk membantu mengurangi dampak perubahan hormon pada kimiawi otak misalnya serotin, atau obat nyeri over-the-counter (OTC) untuk menyembuhkan sementara terhadap berbagai gejala fisik yang bersifat sedang, seperti nyeri otot atau sakit kepala, namun kurang efektif untuk gejala fisik atau emosional yang parah.
*Kutipan dari : www.Hanyawanita.com

0 komentar:

Posting Komentar