Pages

Subscribe:

Translate

Selasa, 02 April 2013

konsep dasar komunikasi pemasaran


Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Dalam decade terakhir ini, komponen komunikasi pemasaran dalam bauran pemasaran menjadi penting. Bahkan telah diklaim bahwa “pemasaran di era 1990-an adalah komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran. Keduanya tidak terpisahkan”.
Secara keseluruhan aktivitas-aktivitas komunikasi pemasaranmeliputi iklan, tenaga penjualan, papan nama took, display ditempat pembelian, kemasan produk, publisitas, dan alat-alat komunikasi lainnya merupakan komponen promosi dalam bauran pemasaran (marketing mix). Bauran pemasran bagi sebuah merek terdiri dari 4 set keputusan yang saling terkait mengenai : product, price, place, promotion. Walaupun “4p” ini menyebabkan “promosi”umum digunakan dalam mendeskripsikan komunikasi dengan pelangan maupun dengan calon pelanggan, namun terminology “komunikasi pemasaran” sekarang ini lebih disukai oleh para praktisi dan akademisi pemasaran.
Konsep 4P meliputi :
1.    Promotion,
Merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan produknya kepada pasar sasarannya. Promosi merupakan komunikasi pemasaran yang diusahakan untuk mempersuasi atau mempengaruhi konsumen guna meningkatkan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya yang ada dipasar agar konsumen dapat menerima, membeli, loyal, terhadap produk perusahaan.
2.    Product,
Adalah sesuatu yang ditawarkan di pasaran guna memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk meliputi barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, dan lain-lain.
3.    Place,
Merupakan lokasi saluran distribusi yang disebut suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam penyedia suatu produk atau jasa untuk digunakan oleh konsumen, tempat juga merupakan berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran.
4.    Price
Jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk mendapatkan produk (nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang menurut buchari alma (2004:169)) Keputusan-keputusan mengenai harga mencakup tingkat harga, potongan harga, keringanan, periode pemasaran, dan rencana iklan yang dibuat oleh produsen

Menurut Philip Kotler (2000:15), konsep marketing mix berasal dari McCarthy, Kotler menyarankan kepada setiap perusahaan untuk memainkan komposisi 4P itu, misalknya dengan mengubah harga berbagai biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan promosi atau bahkan mengembangkan produk baru serta memodifikasi saluran distribusi. Artinya, dari kacamata produsen, konsep 4P ini banyak memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi konsumen.
            Penyusunan strategi mengenai produk, tidak hanya dengan mempertimbangkan solusi kepada pelanggan, tetapi menawarkan flexible benefit serta menciptakan inovasi yang kratif. Itulah sebabnya berbagai merek handphone tidak hanya berhenti pada sekedar member solusi untuk berkomunikasi, tatepi terus menerus menciptakan produk-produk yang kreatif dan inovatif. Produsen tidak lagi berperas sebagai pemuas keinginan dan kebutuhan pelanggan, tapi sudah berperan sebagai pencipta keinginan dan kebutuhan pelanggan.
            Strategi harga tidak hanya ditentukan berdasarkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan untuk memperoleh barang atau jasa tersebut, tetapi juga berdasarkan prioritas yang fleksibel dan penciptaan nilai yang superior. Artinya, nilai relative antara manfaat yang diterima pelanggan lebih besar dibandingkan dengan biaya relative yang harus dikeluarkannya.
            Strategi saluran distribusi (place) tidak lagi mempertimbangkan apakah saluran distribusi itu dapat menciptakan kenyamanan serta kemudahan bagi pelanggan, tetapi lebih jauh daripada itu, yaitu flexibilitas pengiriman yang diinginkan oleh retailer maupun pelanggan – seperti ketepatan pengiriman barang, cara pembayaran, dll. Artinya, masing-masing perusahaan memberikan yang paling baik dibandingkan yang diberikan oleh pesaing. Strategi promosi tidak lagi berupa pengkomunikasian pesan-pesan produk atau jasa kepada pelanggan, melainkan sudah berupa kombinasi dari berbagai bauran promosi dengan memanfaatkan database pelanggan secara individu dan fleksibel. Terakhir, mengingat saat ini hamper sebagaian besar produk juga diikuti oleh jasa, maka bauran pemasaran tidak hanya disempurnakan menjadi 4P, tetapi juga ditambah dengan 4F lainnya, yaitu fleksibel people (siapa yang paling baik berhubungan dengan pelanggan), flexible process (apa yang harus dilakukan pelanggan pada saat berhubungan dengan perusahaan secara fleksibel), dan fleksibel partnership (membina jaringan kerjasama baik vertical maupun horizontal secara fleksibel).

Sumber :
Shimp, Terence. 2003. Periklanan promosi aspek tambahan komunikasi terpadu. Diterjemahkan oleh Revyani Sahrial dan Dyah Anikasari. Jakarta : Erlangga
Rangkuti Freddy. 2004. Flexible Marketing. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

0 komentar:

Posting Komentar